Karya Bakti 2025 di Kertaharja: Ketika Ketulusan Pemimpin Menjawab Harapan Warga

 

Tegal – Jateng, targetjurnalis.id

24/07/2025

Suasana semangat dan kebersamaan menyelimuti Desa Kertaharja, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Program Karya Bakti tahun 2025 secara resmi dimulai hari ini. Masyarakat tampak antusias dan turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan tersebut—bukan sekadar menyaksikan, tetapi benar-benar terlibat dalam proses pembangunan.

Di tengah kesibukan, tim kami berbincang dengan beberapa warga yang secara spontan menyampaikan rasa bangga mereka terhadap desa, dan—tanpa diminta—menyebut nama Tati Inayah, S. PdI, Kepala Desa Kertaharja, sebagai tokoh yang mereka anggap punya andil besar dalam menghadirkan program karya bakti ke wilayah mereka.

“Jujur saja, ini bukan karena siapa-siapa. Tapi kalau mau bicara soal siapa yang ngurusin ini semua dari awal, ya Bu Kades. Beliau itu lari ke sana ke mari, sampai akhirnya program ini bisa masuk,” ujar seorang warga yang kami temui di lokasi pembangunan jalan.

Pujian itu terdengar tulus, tidak dibuat-buat, dan tak terkesan diskenario. Bahkan sebagian warga menolak disebut namanya, seolah menyiratkan bahwa apa yang mereka sampaikan bukan untuk sorotan, melainkan luapan rasa hormat yang murni.

Karya Bakti 2025 ini memang membawa dampak langsung bagi masyarakat: peningkatan jalan desa, akses antar wilayah yang lebih baik, dan semangat gotong royong yang kembali menguat. Namun lebih dari itu, masyarakat juga menyaksikan bagaimana pemerintah desa, terutama sang kepala desa, tidak tinggal diam.

“Orangnya supel, mau duduk di warung, ngobrol sama warga. Tapi kalau soal urusan desa, beliau tegas. Kalau nggak benar, ya dilurusin. Dan soal karya bakti ini, beliau dari dulu yang ngejar,” ungkap warga lain yang ikut dalam pengangkutan material.

Saat dikonfirmasi secara langsung, Kades Tati Inayah S. PdI ,hanya tersenyum dan merendah.

“Saya hanya menjalankan tugas saya. Semua ini atas kerja sama semua pihak, terutama warga yang luar biasa semangatnya. Ini rezeki bersama,” ucapnya singkat.

Dari pantauan di lapangan, kegiatan berjalan dengan lancar. Tidak hanya aparat pelaksana dan perangkat desa yang terlibat, warga dari berbagai kalangan pun terjun langsung. Tanpa protokoler, tanpa formalitas yang kaku—mereka bekerja seperti sedang membangun rumah sendiri.

Pemberitaan ini tidak lahir dari permintaan atau arahan siapa pun. Warga bicara karena mereka ingin bicara. Mereka bersuara karena memang merasakan perubahan. Dan jika pujian datang, itu bukan karena diminta, tapi karena pantas diberikan.

Korwil jateng

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *