Merasa Tidak Ditanggapi Serius,Armansyah SS,SH & Associates Kembali Melaporkan Perkara Kliennya Ke Polda Babel 

Pangkalpinang Targerjurnalis.id – Mafia tanah merupakan kejahatan pertanahan yang melibatkan sekelompok orang yang bekerja sama untuk memiliki ataupun menguasai tanah milk orang lain secara tidak Sah atau melanggar hukum, biasanya para pelaku menggunakan cara cara yang terencana,rapi dan sistematis.

Bacaan Lainnya

Praktek Mafia tanah dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan keadilan bagi masyarakat,Mafia tanah juga dapat menghambat pembangunan disuatu daerah.

Praktek Dugaan Mafia Tanah juga terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung salah satunya korban adalah Sri Dwi Joko (62) warga Desa Tempilang Kabupaten Bangka Barat yang telah melaporkan kasus mafia tanah yang berlokasi di Dusun Tanjung Ratu Desa Rebo Kabupaten Bangka kepada pihak Polres Bangka, Kejari Bangka,Kejati dan Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Joko melalui Kuasa hukumnya Armansyah SS,SH & Associates menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan dugaan tindak Mafia tanah, Penyalahgunaan Wewenang Jabatan, Pemalsuan Surat dan Pungli kepada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Setelah itu Kejaksaan Tinggi Babel merekomendasikan agar melaporkan ke Kejaksaan Negeri Sungailiat Bangka karena Lokasi Tanah yang dimaksud berada di Kabupaten Bangka dan setelah itu Pihak Kejaksaan Negeri Sungailiat kembali menyarankan agar Pelapor melaporkan perkara ini ke Polres Bangka,ujar Armansyah.

Aksi lempar bola yang yang dilakukan oleh APH dimulai dari Kejati Babel, Kejari Sungailiat dan terakhir dilimpahkan ke Polres Bangka ternyata juga tidak juga membuahkan hasil, lagi-lagi Polres Bangka tanpa alasan yang jelas menghentikan proses Lidik perkara yang kami adukan,”ungkap Armansyah,Selasa 28/02/2023 di Kantornya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *